Jumat, 05 April 2019

Puisi kelas puisi perpisahan SMA

12 IPA 3 SMAN 1 Ciseeng 2018/2019

12 IPA 3 SMAN 1 Ciseeng 2018/2019

Siapa yang tidak pernah dengar dengan ucapan ini "masa SMA, adalah masa terindah"
Tapi jujur aja, aku tidak sependapat dengan ucapan itu, menurut aku masa SMA ku disana terbilang biasa aja, meskipun teman-temanku asik dan juga aku termasuk salah satu juara kelas. Tapi serius, semuanya berasa biasa aja... 

Ah aku paham, kayaknya karena saat itu adalah masa HP udah mulai canggih, tapi kebanyakan dari kita suka 'scroll' feed instagram. Dan kita sangat suka menikmati moment saat speaker kelas mulai berbunyi dan memutar kan musik-musik hits pada zaman itu seperti lagu HIVI "Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi"

Tapi jelas bukan karna itu, itu seru... Hmm.. 
Sepertinya aku tidak merasa berwarna di masa SMA karena aku tidak suka dekat dengan cowok. Dan juga kehidupan sehari-hari aku hanya berisi sekolah-pulang saja. Pantesan kurang berwarna huhu.. 

Tapi tak apa, aku tetap membuat sebuah puisi saat itu.. 
Inilah puisi yang aku buat pada masanya

Puisi berjudul "Keluarga"

Jika ucapan berkata "Kelas bah Keluarga"
Terima kasih telah jadi keluarga
Jutaan canda tawa juga air mata menjadi pelangi pengisi hari,
tak dirasa semua hal telah terlewati.

Semua tau keluarga kita yang tak kompak, tapi kita tau pula kekompakan nan hadir pada saat-saat tepat.
Bahkan gurupun tau sosoknya keluarga ini, terutama candaan yang berlebih,
tapi jangan pernah kau lupakan masa ini.

Semua tau, kita tau, tak lama lagi kita kan berpisah,
Maafkanlah kita yang seperti ini. 
Meski maaf hanyalah soal rasa, namun
tanpa maafmu kan perih dijiwa.

Takdir tak menjanjikan kita tuk temu lagi, tapi harap tak putus silaturahmi.
Keluarga yang begini tak jadi halangan tuk jadi bintang-bintang.
Masa depan cerah kita akan datang...





By: Juita Kirana

Hai, aku ga berharap teman ku ada yang baca blog ini ya, haha.. 
Tapi kalau ada yg baca yaudah terimakasih udah mau baca.. 
Aku selalu berharap kita semua bisa berkesempatan untuk hidup bahagia dan sejahtera selamanya, jika kalian tetap memiliki hati nurani yang baik. 
Tentu saja aku mendoakan orang yang baik! 

Oke, see u on top gaiss... 


Terimakasih untuk siapapun yang baca. 

Kamis, 28 Maret 2019

Puisi indah puisi perpisahan sahabat sekolah SMA

Smancis
2019


Teman atau Sahabat?

Aku saat ini adalah siswi kelas 12 SMA 1 Ciseeng. Yah, hari ini ada acara istigosa di sekolah, mungkin pada awalnya aku gak bisa nangis, entah kenapa meskipun melihat seluruh angkatanku menangis. Tapi akhirnya aku nangis juga, karna satu persatu sahabatku berdatangan.. kita semua jadi seperti teletubis, berpelukan.. Aku sempat berpikir bahwa sahabat itu tidak ada, kalaupun ada itu hanya sementara. Tapi ku anggap apa mereka? Yang selalu menghibur ketika aku badmood, yang sering membantu saat ada tugas dan bahkan mengukir senyuman di bibirku.. Aku tersadar, itu bukanlah sekedar seorang teman.. itulah yang dinamakan sahabat. Karna teman itu biasanya lebih kepada meminta daripada memberi, hehe..
Seperti awalnya aku berpikir bahwa sahabat itu hanyalah sementara, tapi itu karna jarak dan waktu. Bila suatu hari nanti kita diijinkan bertemu kembali dan bersama dalam waktu yang lumayan, aku percaya.. bahwa kita akan kembali seperti dlu, bercanda tawa dan mengisi kekosongan waktu..
Itulah mengapa kata sahabat itu ada.
But that is my mind, and you?

Ini dia puisi yang aku buat hari ini, sebagai ungkapan saja..




Judul: Air Mata Perwakilan


Kita telah di pertemukan oleh sang waktu
Di biarkan bisa bersama untuk berpijak
Diijinkan saling menghargai dan membantu
Saling mengenal untuk akhirnya dekat

Pertemuan yang berarti perpisahan
Seperti halnya hidup akan berakhir
Pertemuan yang konyol ataupun menyenangkan 
Tak boleh berakhir dengan penyesalan

Kawan
Ikatlah aku di dalam kenangan
Ingatlah aku, bahwa aku mempunyai hak
Hak untuk tetap menjadi temanmu

Sulit 'tuk mempercayai kenyataan
Inilah kita, dengan seribu kisah 
Kisah yang menuntun ke perpisahan 

Tak ku sangka, secepat ini waktu berputar
Bahkan aku tak sempat tuk mengucap rasa
Pada kata terima kasih dan maaf
Bahkan aku hanya mengeluarkan air mata
Untuk mewakili perasaan di dalam dada

Seukir kata memang tak seberapa
Setidaknya aku telah ungkapkan
Setidaknya kau tau apa yang ku rasa 
Tentang kamu, yang pernah mengisi hariku



Karya: Juita Kirana


Terimakasih ya untuk kalian yang sudah baca ini. 



#puisi #rindu #kamu #sahabatku